Mengemas Pertanian dengan Cara yang Menyenangkan

Kehidupan kita tidak terlepas dari yang namanya pertanian. Mulai dari sandang, pangan dan papan, yang semuanya itu berasal dari pertanian. Pertanian dalam arti luas adalah keseluruhan yang mencakup pertanian bercocok tanam, kehutanan, peternakan, perikanan dan ilmu-lmu pengetahuan alam seperti biologi, kimia, dan biokimia.  Sedangkan pertanian dalam arti sempit adalah bercocok tanam dengan komoditas tertentu di lahan pertanian. Pertanian itu dari hulu ke hilir, dari mulai kita memasukan benih ke lahan pertanian dengan berbagai tambahan input (pupuk, pestisida dll) sampai memanen tanaman sebagai output.

Akan tetapi, kebanyakan mahasiswa belum sepenuhnya memahami esensi dari pertanian itu sendiri. Pertanian dipandang sebagai suatu hal yang negatif, rendahan atau apapun itu yang menyudutkan tentang pertanian. Hal tersebut dikarenakan mereka melihat pertanian hanya bercocok tanam saja, tidak secara luas. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa pertanian mempunyai tugas bersama untuk bisa memperkenalkan dan mengemas pertanian dalam arti luas dengan cara yang menyenangkan.

Mau? . . . Caranya? . . ..
1.     Cinta Pertanian
2.    Turun lapang langsung
3.    Diskusi pertanian berupa FGD
4.    Kunjungan ke instansi maupun industri pertanian
5.    Kemas dengan kegiatan-kegiatan pertanian (EO pertanian)
6.    Publikasi di sosmed dan video tentang pertanian yang unik
7.    Konsep pertanian terpadu

Gambar ini diambil ketika teman-teman Ifast turun lapang langsung di lahan Agripark IPB samping Green TV IPB (Gambar 1). Kegiatan turun lapang ini dilakukan secara rutin selama 2x dalam sepekan. Gambar ini menampilkan mahasiswa sedang melakukan penggemburan tanah dan pencabutan gulma. Mahasiswa ini berani turun langsung ke lahan tanpa takut kotor dan sejenisnya. Mereka mempunyai rasa cinta pertanian sehingga pekerjaan lebih mudah dilakukan. Cintai apa yang kita kerjakan dan kerjakan apa yang kita cintai. Mereka melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat untuk menanam tanaman sayuran di lahan berukuran seperempat hektar.

Diskusi pertanian tentang berbagi ilmu, pengalaman atau permasalahan-permasalahan internal, budidaya tanaman, serangan hama dll (Gambar 2). Jika ada teman kita yang mempunyai ilmu maka bagikan ilmu tersebut kepada yang lain sehingga bisa bermanfaat untuk kedepannya. Jika ada teman kita mempunyai pengalaman yang berharga maka bagikan kepada rekan lain sehingga pengalaman tersebut bisa menginspirasi banyak orang. Semua masalah pertanian khususnya terkait budidaya bisa diceritakan kepada teman-teman yang lain. Disini juga kita diajarkan untuk selalu berpikir kritis tentang permasalahan yang terjadi dan mencari solusi bersama-sama. Nilainya sebenarnya budayakan saling berbagi apapun itu baik ilmu, pengalaman, maupun permasalahan dan solusi bersama.



Gambar 1 Turun lapang langsung di lahan Agripark IPB


Gambar 2 Diskusi tentang pertanian

Langkah awal untuk meraih sukses dalam pekerjaan adalah dengan menyukai pekerjaan itu (Kata sang petani).
Pertanian itu bukan sesuatu yang kotor ataupun bukan juga pekerjaan yang rendahan tapi pertanian itu asyik. Asyik karena pertanian, kita bisa belajar banyak dari lingkungan, merawat tanaman dan semangat untuk bekerja.

#Yuk, kita ajak sahabat-sahabat kita untuk cinta pertanian
Salam Kreator Muda Pertanian Indonesia ^^
@riki_lpurnama

 Oleh: Riki Laksa Purnama IPB 47

1 komentar:

IFAST, Aksi Nyata Mahasiswa Pertanian dari Hulu ke Hilir

"Quotes tentang Pertanian"

Pertanian tulang punggung rakyat Indonesia (Randy ITP 48).
Pertanian ibarat jantung kehidupan manusia (Abdul MSP 50).
Pertanian adalah asal usul dari kehidupan. Tanpa pertanian manusia tidak bisa hidup (Rival TIN 48).
Without agriculture no food for human (Sabrina FKH 47). 
Jika kehidupan ini diibaratkan segitiga maka titik tumpu awal penghubung garisnya adalah pertanian (Eni AGH 48)





      IPB Farmer Students (I'FAST) merupakan lembaga struktural dibawah kementerian Pertanian BEM KM IPB yang bergerak di bidang pertanian. Komunitas ini bertujuan sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat di passion pertanian yang mempunyai cinta dalam bentuk kepeduliannya terhadap pertanian. Tahun ini Ifast menjalin kerjasama dari hulu ke proses lalu ke hilir. Dibagian hulu dan hilir bekerja sama dengan UKM Century yaitu investasi dan pemasaran. Sedangkan dibagian proses bekerja sama dengan Himitepa yaitu pengolahan produk.


Mengapa saya harus gabung ke Ifast? . . .
Karena I'fast itu orang-orang keren, melakukan pekerjaan yang mulia yaitu bertani. Ifast tentang gerakan sosial pertanian untuk belajar cara budidaya tanaman, proses packaging dan memasarkan produk serta kegiatan – kegiatan lainnya yang bermanfaat.

Apa saja kegiatan-kegiatan Ifast? . . .
1.Turun Lapang, aksi kegiatan penanaman, pemupukan, pemeliharaan, perawatan, dan pemanenan. Biasanya yang ditanam itu sayur-sayuran dan buah-buahan.
2.Open Recruitment (OR), mencari bibit-bibit pemuda yang ingin berkontribusi lebih untuk pertanian.
3.Upgrading, peningkatan kapasitas SDM dengan games-games yang asik.
4.Study Tour, belajar bersama tentang budidaya di lahan terdekat kampus IPB.
5.Field Trip, kunjungan ke instansi pemerintahan atau perusahaan pertanian.
6.Rujak Party, pesta makan bersama karena kita adalah keluarga.


Saya ingin gabung Ifast, tapi bagaimana caranya? . . .
            Gampang, langsung datang aja setiap hari Sabtu dan Minggu pkl. 07.00 – 10.00 WIB@ lahan Student Agripark, samping Green TV. Jika ingin berkontribusi lebih untuk menjadi pengurus, tunggu OR selanjutnya. ^^

Kemana saya harus mengetahui info selanjutnya? . . .
            Twitter               : @ifastclub
            CP                     : Sandy Ketua Ifast 2014
                                    0896 5090 5830      


Oleh: Riki Laksa Purnama
Biokimia 47, Menteri Pertanian BEM KM IPB, @riki_lpurnama

1 komentar:

Press Release Kegiatan Study Tour IFAST ( IPB FARMERS STUDENT CLUB ) 2014 @ Cikarawang

Hari ini tanggal 15 Mei 2014 , IFAST ( IPB Farmers Student Club ) mengadakan sebuah event yaitu Study Tour ke daerah Cikarawang ( sebuah kawasan di daerah belakang IPB / deket dengan ICDF ) . Kegiatan Study Tour ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh anggota IFAST dalam rangka memperkaya hasanah ilmu pengetahuan terutama di bidang pertanian budidaya dengan secara langsung turun ke lapang , mengobservasi , mengamati serta berbagi informasi dengan petani setempat terkait proses dari awal pembibitan hingga panen.



Study tour kali ini bertema tentang penanaman cabai merah ( f1 / hibrida ) sehingga pengetahuan yang didapatkan hari ini adalah tentang pemilihan bibit , proses penyemaian bibit , perawatan tanaman ( kebetulan tanamannya ditanam di lahan kering sehingga perawatannya perlu dilakukan secara intensif agar hasil yang didapatkan maksimal ) , pembasmian hama dengan memberikan pestisida dan herbisida serta pemanenan cabai tersebut.



Study Tour kali ini , mulai keberangkatannya jam 8 ( maklumlah anak indonesia / jam karet alias ngaret ) dengan kumpul terlebih dahulu didepan BNI Kampus IPB Dramaga Bogor . Kami pun berangkat dengan menggunakan kendaraan , ada yang menggunakan motor dan sebagian lagi menggunakan mobil. Sesampainya disana kami pun melaksanakan rangkaian acara seperti pembukaan , sambutan dari ketua IFAST ( Ka Sandy ) dan Pembina IFAST ( Pa Sudrajat ) , dilanjutkan dengan pemaparan oleh Pa Hudaya selaku pengelola tanaman cabai di lahan tersebut dan diakhiri dengan acara makan – makan di deket danau ( gak tau sih nama danau nya , eh tapi entah itu danau atau bukan saya juga tidak tahu , maaf ) >>>> lanjut ke cerita.

Kami pun tiba disana yakni didaerah Cikarawang kurang lebih 08.20 ( perjalanannya tidak terlalu jauh bila menggunakan kendaraan ) . Setelah acara pembukaan , sambutan dan lain – lain , acara yang kami tunggu – tunggu adalah sharing pengetahuan seputar penanaman tomat dengan Pak Hudaya. Sekilas tentang Pak Hudaya , beliau merupakan salah satu pensiunan dari university of farm IPB . Beliau memutuskan untuk mengisi waktu luang dengan bercocok tanam cabai di daerah tersebut . >>> lanjut ke cerita . Kami pun sangat antusias mendengarkan pemaparan dari beliau , beliau menjelaskan secara lugas , singkat dan jelas mulai dari proses penanaman bibit hingga panen . Beliau menjelaskan bahwa benih cabai untuk ditanam itu harus membeli karena belum mampu untuk membuat benih sendiri , sehingga harus membeli ke toko pertanian . Benih cabai yang dipakai adalah f1 hibrida varietas TM 99 ( Pak Hudaya menjelaskan bahwa benih yang telah dibuat, dikemas dan dijual di toko pertanian , lebih tahan terhadap hama dibanding membuat secara sendiri ).

Tahapan dalam penanaman cabai seperti yang dijelaskan Pak Hudaya adalah secara singkatnya sebagai berikut :
1.      Tahap persiapan lahan  yang akan ditanami cabai serta polybag yang akan digunakan sebagai tempat penyemaian.
2.      Penyemaian dilakukan dalam Polybag ( satu Polybag satu benih ) , akan tetapi sebelum disemai benih cabe tersebut direndam dalam larutan herbisida kurang lebih selama dua jam lalu setelah itu penyemaian bisa dilakukan pada pagi atau sore hari ) .
3.      Pemeliharaan cabai dalam Polybag ini dilakukan kurang lebih 20 sampai 30 hari setelah itu dipindah ke lahan penanaman cabai . Perlu diperhatikan dalam pemeliharaan benih di Polybag itu tidak boleh terlalu kering dan terlalu basah karena akan menimbulkan datangnya berbagai  hama penyakit . Akan tetapi bisa di tanggulangi dengan penyemprotan secara intensif
4.      Pindahkan bibit cabai ke lahan yang sebelumnya lahan tersebut telah diolah seperti pemberian kapur untuk menaikan pH tanah serta telah diberikan pupuk kandang yakni lebih bagus pupuk tai kambing karena jika menggunakan pupuk tai ayam , membuat tanaman cabainya menjadi kriting.
5.      Setelah ditanam di lahan , selanjutnya adalah pemakaian mulsa dengan tujuan menjaga kelembaban tanah dan tanaman serta mengurangi berbagai hama penyakit . Setelah itu tanaman cabai perlu perawatan secara intensif jika tidak turun hujan maka tanamannya disiram tiga kali sehari.
6.      Setelah 10 hari tanaman cabai itu dipasang ajir tiap satu tanaman satu ajir ( ajir itu alat dari kayu untuk menyangga tanaman agar kuat dan tidak sempoyongan ).
7.      Setelah itu tinggal perawatan secara intensif agar hasil yang di dapatkan sesuai harapan
8.      Target pemanenan cabai adalah kurang lebih 4 bulan serta panen dapat dilakukan 2 bulan sekali dengan intensitas hingga 20 kali pemetikan.
9.      Pemanenannya dengan cara manual yakni memetik secara langsung cabai yang sudah cukup matang dan tepat untuk dipasarkan.

Setelah sharing dan berbincang – bincang dengan Pak  Hudaya tiba saatnya bagi kami sebagai anak muda zaman sekarang yaitu difoto , upload , difoto , upload (ya kurang lebih seperti itu ). Setelah puas mendokumentasikan diri pribadi , akhirnya kami pun berpamitan dan mengucapkan rasa terima kasih yang besar kepada Bapak Hudaya yang telah berbagi kisah , pengetahuan dan pengalamannya dalam bercocok tanam cabai ini. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke suatu tempat dekat ICDF untuk makan liwet bareng dengan beralaskan koran dan daun pelepah pisang . Kami pun makan dengan lahapnya ( keuntungan bagi yang belum makan bisa makan gratis sepuasnya haha ) dibawah terik matahari yang cukup menyengat . Akan tetapi kami merasa senang dan nikmat sekali menikmati santap makanan siang itu . Setelah selesai makan , seperti biasa anak muda zaman sekarang , foto , upload , foto , upload , (ya kurang lebih begitu lah tapi ada bagusnya juga untuk mendokumentasikan momen dengan teman – teman yang lain ) . 
  










1 komentar:

Merosotnya Kesejahteraan Petani dan Buruknya Konsumsi Pangan Penduduk Akibat Impor Pangan Berkelanjutan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang digunakan untuk mempertahankan hidupnya. Singkatnya, semua benda yang dapat dimakan dan diminum merupakan pangan. Definisi pangan dalam arti luas tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.





Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber daya hayati produk pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan, peternakan, dan air yang diperuntukan untuk makanan dan minuman manusia. Apa yang dimakan dan diminum oleh manusia menentukan kualitas sumber daya manusia tersebut yang akan memberikan dampaknya terhadap kemajuan pembangunan sebuah negara.

Pangan yang dikonsumsi masyarakat dapat dinilai kualitas dan kuantitasnya melalui pola konsumsi pangan. Jenis pangan yang sering dikonsumsi dalam jangka waktu lama disebut pola konsumsi pangan (Suhardjo 1989). Banyak hal yang dapat mempengaruhi pola konsumsi pangan masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu ketersediaan pangan di tempat tinggal amsyarakat, kebijakan pemerintah, distribusi pangan, serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, komonukasi, dan infromasi (Sanjur 1982).    

Mutu pola konsumsi pangan masyarakat dapat diketahui secara kualitas dan kuantitasnya melalui instrumen Pola Pangan Harapan (PPH). Skor PPH menunjukkan kualitas konsumsi pangan penduduk. Skor PPH nasional cenderung menurun dalam 3 tahun terakhir. Tahun 2009, skor PPH nasional adalah 75.7. Skor PPH tahun 2010 naik menjadi 77.5 tetapi menurun terus sejak 2011. Skor PPH tahun 2011 yaitu 77.3 dan tahun 2012 mengalami penurunan lagi (BKP 2013).

Penurunan skor PPH menunjukkan kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia menurun. Skor yang masih jauh dari skor ideal yaitu 100 menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat belum beragam. Konsumsi pangan kelompok padi-padian seperti beras, gandum, dan terigu melebihi skor maskimal yang ditetapkan. Hal ini menandakan konsumsi masyarakat Indonesia masih didominasi oleh pangan kelompok padi-padian. Konsumsi pangan kelompok padi-padian sangat besar dengan proporsi 61.8% (BKP 2013).

Jumlah penduduk Indonesia tahun 2013 sebesar 250 juta (Jalal 2013). Hampir seluruh penduduk Indonesia dengan jumlah yang sangat banyak tersebut mengonsumsi beras sehingga negara membutuhkan produksi beras yang lebih besar dari dalam negeri. Kenyataannya lahan di setiap daerah Indonesia memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada lahan yang cocok untuk ditanam beras dan ada juga lahan yang tidak cocok ditanam beras.

Menyikapi kenyataan tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia membuat kebijakan untuk mengimpor beras dari beberapa negara. Vietnam, Thailand, China, India, dan Pakistan merupakan negara yang mengekspor beras ke Indonesia dengan jumlah terbesar. Sepanjang tahun 2012 Indonesia mengimpor beras dengan jumlah total 1.8 juta ton (Abim 2013). Keputusan tersebut dibuat dan dilakukan dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri sehingga dapat mencapai ketahanan pangan.

Satu langkah yang dilakukan pasti memberikan efek negatif dan positif. Kebijakan besar yang dilakukan pemerintah yaitu impor beras hanyalah cara pengentasan masalah pangan dari kulit terluar sebuah bawang merah. Cara yang dilakukan tersebut hanya mengatasi masalah dalam jangka waktu yang pendek atau bersifat sementara. Buktinya timbul masalah baru yang terlampir dalam daftar masalah di Indonesia yang harus segera diatasi. Pepatah dari Cina mengatakan “berilah aku ikan maka aku akan memakannya dalam sehari tetapi ajarilah aku memancing ikan maka aku akan mendapatkan ikan sendiri untuk dimakan”.

Impor memang akan mengatasi masalah kekurangan atau kerawanan pangan bagi seluruh penduduk. Namun, inilah contoh nyata hal yang dilakukan oleh seorang “Ayah” kepada anaknya yang sangat disayangi dan tanpa disadari anaknya menjadi manja. Penduduk Indonesia sangat menggantungkan diri pada impor. Permasalahan yang ada seharusnya dianalisis terlebih dahulu akar penyebab masalahnya bukan semata-mata diatasi melalui jalan pintas yang dapat menjerumuskan ke dalam sifat penuh kemalasan dan kemanjaan.

Selain impor beras, pemerintah mengimpor bahan pangan lain yang banyak dibutuhkan penduduk. Berton-ton jagung, kedelai, gandum, terigu, daging sapi, daging ayam, gula pasir, garam, singkong, dan kentang diimpor ke Indonesia setiap tahunnya. Jagung yang diimpor sebanyak 1.7 juta ton, kedelai 1.9 juta ton, gandum 6,3 juta ton, terigu 479.7 ribu ton, gula pasir 91.1 ribu ton, daging sapi 40338 ton, daging ayam 6797 kg, garam 2.2 juta ton, singkong 13.3 ribu ton, dan kentang 54.1 ribu ton yang didatangkan dari beberapa negara penghasil bahan pengan tersebut seperti India, Australia, Cina, dan Thailand (Abim 2013).

Efek impor bahan pangan strategis dalam jumlah besar tersebut sangat terlihat pada pola konsumsi masyarakat. Penurunan skor PPH menjadi bukti merosotnya pola konsumsi penduduk yang semakin manja. Kualitas pola konsumsi pangan penduduk menjadi lebih buruk. Ditambah lagi impor beras nasional membuat penduduk yang tinggal di Indonesia bagian timur beralih mengonsumsi beras daripada mengonsumsi sagu yang merupakan pangan lokal di daerah tersebut.

Pangan lokal pun mulai tidak diminati dan ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. Petani pun menjadi enggan untuk memproduksi pangan lokal karena rendahnya permintaan dalam negeri. Siapa yang mau untuk memproduksi kalau tidak ada yang mau dan harga yang harus ditawarkan menjadi merosot? Hanya kerugian dan sia-sia yang didapatkan. Inilah salah satu contoh derita petani dalam negeri dalam mempertahankan hidupnya dan dalam mengais rezeki di tanah kelahirannya yang mereka cintai.

Bukan hanya petani pangan lokal. Petani beras pun menurun kesejahteraannya dengan masuknya beras impor ke dalam negeri yang indah ini. Hal ini dibuktikan dengan nilai tukar petani (NTP) yang menurun pada tahun 2013 sebesar 0.63%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh empat subsektor pertanian yaitu NTP subsektor tanaman pangan seperti beras, tanaman perkebunan seperti teh, peternakan seperti unggas dan sapi, dan perikanan. Kenyataan ini sangat tidak heran terjadi. Hingga Maret 2013 NTP di 25 Provinsi mengalami penurunan dan hanya 7 Provinsi yang mengalami peningkatan. Peningkatan terbesar terjadi di Provinsi Bangka Belitung. Sementara itu, penurunan terbesar terjadi di Provinsi Jawa Tengah (Prasetyo 2013).

Penurunan kesejahteraan petani yang terlihat sudah dirasakan secara langsung oleh petani dalam negeri. Keringat mereka harus bersaing dengan petani asing secara tidak langsung. Harga produk mereka harus bersaing dengan produk impor. Kualitas produk mereka juga harus bersaing dengan produk impor. Harga pangan impor yang murah membuat petani terpaksa menggoyangkan harga mejadi sama atau lebih rendah dari harga pangan impor. Kenyataannya harga pangan yang sebenarnya lebih tinggi daripada pangan impor.

Keadaan yang terus berlanjut ini menyebabkan petani semakin resah. Jalan yang mereka pilih adalah mencari pekerjaan lain yang lebih menguntungkan dan memberikan kesejahteraan untuk hidup mereka seperti bekerja di perusahaan swasta maupun negeri atau berwirausaha kecil-kecilan tanpa harus meneteskan keringat. Hal ini menyebabkan produksi pangan dalam negeri menurun. Impor pun terus dinaikkan. Produksi dalam negeri menurun. Impor dinaikkan kembali. Konsumsi masyarakat memburuk dan begitu seterusnya. Akhirnya 100% pangan di Indonesia didapatkan melalui impor. Semua rakyat menengah ke bawah semakin melarat dan sengsara. Pejabat semakin merauk keuntungan. Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab? Siapakah yang harus memulai untuk membuat sebuah gerakan atau kebijakan yang lebih bijak? Lalu siapakah yang sadar akan hal tersebut???

Abim. 2013. Bahan pangan yang terus diimpor [internet]. (diunduh 2014 Mei 1). http://www.asiabusinessinfo.com/bahan-pangan-yang-terus-di-impor/.
Prasetyo W A. 2013. Maret 2013, nilai tukar petani turun 0,63 persen [internet]. (diunduh 2014 Mei 1). http://www.tempo.co/read/news/2013/04/01/087470467/Maret-2013-Nilai-Tukar-Petani-Turun-063-Persen.
Jalal F. 2013. 2013 penduduk Indonesia diperkirakan 250 juta jiwa [internet]. (diunduh 2014 Mei 1) http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/07/17/mq2oy6-2013-penduduk-indonesia-diperkirakan-250-juta-jiwa.
[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2013. Pedoman Pelaksanaan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan.

Penulis : Putri Indriani Setiawan

0 komentar:

Penanaman Timun, 20 Januari s/d 17 Maret

     Teknis awal penanaman timun yang dilakukan yaitu membuat beberapa bedengan dan masing-masing diatasnya diberikan pupuk, kemudian dicampurkan dengan tanah.



     Teknis selanjutnya yaitu dengan memasangkan mulsa pada setiap bedengan. Mulsa dipakai untuk mencegah kontak langsung tanah dengan sinar matahari, mencegah gulma mengganggu pertumbuhan timun, dan membuat kesan estetika pada kebun Student Agripark. Setelah dipasangkan mulsa, dibuat bolongan yang masing-masing bedengan berisi dua baris. Setelah itu mulai barulah ditanamkan benih timun. Benih timun yang kami pakai adalah Monroe dan Wulan. Perbedaannya struktur, warna, ukuran buah, kehalusan buah, dan daun, serta pembungaan pada Wulan lebih cepat dibandingkan Monroe. Timun merupakan tanaman yang merambat sehingga sulurnya harus ditata rapi dengan cara memasangkan ajir pada bedengan sehingga sulur merambat pada ajir.


     Beberapa minggu kemudian tanaman mulai tumbuh tinggi dan sulur tidak sepenuhnya berada pada ajir, sehingga perawatan dengan memakaikan tali ke sulur yang diikatkan pada ajir membantu proses pertumbuhan sehingga tanaman tidak cepat busuk akibat menyentuh tanah. Ketika hari terkahir perawatan banyak SDM yang membantu selain dari anggota I’FaSt sendiri, yaitu Presma IPB 2013, beberapa menteri BEM KM IPB, staf BEM KM IPB, dan 2 orang sahabat I’FaSt. Setelah perawatan kami disuguhkan minum dan gorengan, ditemani perbincangan dengan Presma IPB 2013 Muhammad Sigit Susanto di kebun, lalu foto bareng, dan dilanjutkan lagi pengumuman-pengumuman di saung kebun kami.


  








     Sekarang tinggal menunggu waktu panen timun perdana yang Insya Allah akan dilakukan 23 atau 24 Maret 2013 V(^.^)/

     Ini adalah ilmu yang didapatkan sewaktu proses penanaman dan perawatan timun, yaitu pada gambar di bawah merupakan bunga betina (kanan) dari tanaman timun yang ditandai dengan adanya bakal buah. Bakal buah tumbuh karena penyerbukan bunga jantan (kiri) dengan bunga betina. Penyerbukan dapat sendiri atau dibantu lebah dan manusia, oleh manusia dengan cara menyatukan benang sari bunga jantan ke putik bunga betina.





1 komentar:

Penanaman Pepaya Calina, 23 Februari 2013

     Penanaman benih pepaya Calina dilakukan di pinggiran kebun kami yang seluas 0,15 hA ini. Teknis penanaman dimulai dari membuat lubang tanam dengan diameter 21 cm dan kedalaman 25 cm. Setelah itu bibit pepaya dimasukkan ke dalam lubang dan lubang ditutup dengan tanah. Untuk perawatan maksimal dibuat piringan yang melingkari tanaman. Piringan merupakan batas yang dibuat dari ajir sehingga proses pengawasan terhadap gulma dapat terkendali. Diameter dari piringan pepaya yang dibuat adalah 60 cm.




0 komentar: